Tekstil Lokal Hanya Dapat Jatah 40%, Akankah Bertahan?

BANDUNG CYBER CITY
Bandung merupakan sebuah kota yang terkenal dengan hasil tekstilnya yang mumpuni. Lewat Factory Outlet dan Distro, pasar fashion di Bandung semakin menunjukkan taringnya di dunia bisnis tanah air. Namun sayang, perkembangan ini tidak bisa dikatakan baik saat ini. Pasalnya, dari 100% pembeli lokal, hanya 40 %-nya saja yang mau membeli produk lokal juga. 60% sisanya lebih memilih barang impor yang kualitasnya sebenarnya tidak lebih bagus dari produk lokal. Tentunya, secara tidak langsung hal ini akan berimbas pada distribusi pakaian di FO dan distro tersebut. Jika bahannya saja sudah 60% impor, artinya barang yang dijual pun kebanyakan berasal dari bahan impor juga.
Miris memang, karena jika dibandingkan dengan tahun 90-an, pasar tekstil lokal Bandung masih memegang 70 % pembeli lokal. Sisanya, bahan imporlah yang menguasai. Dapat dilihat bahwa produsen lokal telah mengalami penurunan sebesar 30 % dalam kurun waktu 20 tahunan. Jika ini terus berjalan, dan jumlah pembeli lokal terus menurun, maka bisa jadi industri tekstil milik produsen lokal ini akan tutup buku. Sekjend Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Jawa Barat, Kevin Hartanto mengungkapkan bahwa impor serat sintetis yang masuk pasar Indonesia sudah mengalahkan bahan lokal. Selanjutnya, hal ini membutuhkan tangan-tangan pemerintah dalam hal pembuatan kebijakan. Agar ke depannya, industri tekstil lokal bisa kembali berjaya. Adalah wewenang pemerintah untuk mengendalikan dan menjaga keseimbangan antara pasar lokal dan pasar impor.
Apalagi, pemberlakuan kenaikan tarif dasar listrik bagi pengusaha yang dirasa berat. Seperti yang diketahui, rencananya pemerintah akan memberlakukan tarif listrik baru untuk industri kakap yang menghasilkan bahan baku. Baik yang bahan baku di sektor hulu maupun hilir. Para pengusaha pun mengaku sudah tidak bisa berbuat apa-apa tentang kenaikan tarif listrik ini. Hal ini disampaikan oleh Kevin, Sekjend API Jawa Barat.
Secara Matematis, penurunan angka pembeli lokal ini sebanding dengan minat dan kecintaan pembeli akan produk lokal di Indonesia. Masih banyak orang Indonesia yang senang dengan embel-embel impor yang melekat pada sebuah produk lokal. Meskipun bahan dan kualitasnya tidak lebih bagus dari produk lokal, asal impor, produk tersebut akan dibeli. Sebaiknya, kecintaan akan produk lokal Indonesia ini bisa ditingkatkan lagi. Karena dengan demikian, akan naik juga angka penjualan lokal Bandung. (BCC News)

0 comments:

Berita Lainnya :

 
Copyright 2013 - Nandira Semesta Bandung
Designed by Republik Design