Hujan deras yang terjadi sejak Selasa siang selain merendam beberapa titik jalan ternyata juga menyebabkan tanah longsor di Kabupaten Bandung. Curah hujan tinggi dari pukul 1 siang menyebabkan tebing tepi jalan amblas ke bawah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa naas ini. Warga mengatakan, tidak ada kendaraan yang lewat di jalan saat terjadinya peristiwa.
Warga desa mengatakan bahwa kini mobil masih bisa melewati jalan tersebut, meskipun longsoran masih belum dibenahi. Namun, jika terus dibiarkan, hal ini malah akan berakibat pada terputusnya akses jalan ke desa tersebut. Bersama dengan datangnya longsor, warga kampung juga harus melawan banjir yang merendam tanaman sayuran hingga 30 centimeter. Jika dikumpulkan dari seluruh warga, belasan hektare sawah dan tanamannya telah menjadi korban banjir ini. Selain itu, banjir ini juga telah merendam pemukiman penduduk hingga mencapai pinggang orang dewasa. Tentunya dengan musibah ini, para warga selain kehilangan materi juga harus berperang melawan penyakit yang diakibatkan oleh banjir.
Warga Margamulya, kabupaten Bandung pun harus merasakan musibah tanah longsor. Bahkan, di Margamulya ini sebuah rumah telah menjadi korban dari reruntuhan longsoran tanah. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materi jelas dirasakan oleh warga, apalagi yang rumahnya tertimpa dan rusak. Sejak tadi malam, jalan juga sementara ditutup untuk mengurangi jumlah korban dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Memang warga Margamulya sudah menetapkan status siaga sejak Desember 2013, sehingga warga siap dan musibah-musibah seperti ini bisa tertangani dengan baik. Status siaga ini dikarenakan sempat terjadi longsoran di awal bulan Desember dan rembesan air yang berasal dari tebing di atas jalan Cihanjawar.
Masih banyak lokasi lain yang masih terendam Banjir. Yakni, kampung Cieunteung dan kampung Jambatan. Dua kampung ini direndam banjir karena banjir susulan yang terjadi di Selasa sore kemarin. Air sudah ada yang masuk ke pemukiman warga karena sudah mencapai tinggi 50 centimeter hingga 1,5 meter. Masih banyak kampung dan kecamatan lain yang juga menjadi korban banjir. Bagaimana pun, cepat tanggap terhadap bencana adalah hal wajib yang harus dimiliki. Sehingga semuanya akan bisa diselamatkan. (BCC News)



0 comments: