Kampanye terbuka sudah dimulai, di sana sini banyak sekali hiburan gratis untuk masyarakat, tak terkecuali masyarakat Bandung. Selain terhibur dengan sejumlah acara yang dilaksanakan oleh para caleg. Masyarakat juga terhibur dengan kedatangan para calon legislatif dan calon presiden yang sedang menjual partai mereka untuk dipilih dalam pemilu yang akan dihelat secara akbar dan bersama-sama pada tanggal 9 April 2014.
Acara yang bisa dijadikan hiburan oleh masyarakat ini sejatinya menjadi magnet untuk menarik kedatangan masyarakat agar tidak boring atau bosan saat mendengarkan visi dan misi dari partai yang sedang mengadakan acara. Maka tak heran, jika saat pemilu tiba, sejumlah artis lokal bahkan ibu kota ikut terjun meramaikan kegiatan kampanye. Tujuannya, selain untuk menghibur tentunya juga menjadi role model dan menunjukkan bahwa ‘ini pilihan saya, bagaimana dengan Anda?’.
Terlepas dari tujuan yang ingin dicapai oleh partai secara umum atau calon legislatif secara khusus. Kegiatan ini bisa menjadi obat dari kejenuhan masyarakat dengan bergoyang dangdut atau mengenang kembali budaya-budaya daerah yang sempat hilang. Tentunya, hal ini menjadi reminder bagi masyarakat sekitar di sela-sela modernitas yang semakin menggeser budaya daerah.
Selain bisa menjadi hiburan untuk masyarakat, hal ini juga akan menambah pundi keuangan bagi artis yang sedang tampil. Bagaimana tidak? Tantangan ke luar kota, menghibur masyarakat dengan suara yang merdu serta harus teriak menggebu-gebu juga merupakan tantangan tersendiri bagi artis-artis tersebut. Honor untuk artis yang tampil dalam kampanye pun bisa jadi lebih banyak dari pada biasanya.
Tak hanya artis dan masyarakat yang diuntungkan, pencipta lagu handal pun biasanya menjadi sangat beruntung karena didaulat untuk menciptakan lagu khusus untuk partai. Lagu dengan genre pop, R & B, campur sari, dan dangdut merupakan pilihan tiap caleg. Tentunya disesuaikan dengan daerah di mana mereka menggelar kampanye terbuka. Lagu-lagu ini terbilang easy listening dan mudah untuk dicontoh dan ditirukan. Terkadang malah memakai lagu dengan melodi yang sama, hanya beda lirik saja.
Meskipun perhelatan kampanye terbuka ini hanya sekali dalam 5 tahun, ternyata bisa menjadi bumbu dalam kehidupan masyarakat Indonesia dengan dihadirkannya seniman-seniman tanah air. Menghibur. (BCC News)



0 comments: