Miris jika mendengar kabar banyak
sekali bencana alam yang terjadi di Indonesia saat ini. Mulai dari banjir,
kebakaran hutan, gunung meletus, gempa bumi hingga longsor. Namun itu belum
seberapa, ada lagi yang jauh lebih memprihatinkan. Pasalnya, saat beberapa
wilayah menderita kebanjiran, wilayah lain malah menderita kekeringan hingga
hasil taninya terancam tidak dapat dipanen. Apa yang sedang terjadi dengan
alam?
Banjir di wilayah Bandung
Tanggal 2 Maret 2014, Wilayah
Bandung Selatan diguyur hujan lebat hingga mengakibatkan banjir. Sejumlah ruas
jalan pun tidak bisa dilewati karena hujan ini. Tak hanya jalan besar yang
mengarah ke beberapa titik yang terendam, jalan tikus pun kali ini ikut menjadi
korban. Tak ayal, sangat susah untuk mencari akses ke sejumlah daerah. Beberapa
akses yang terputus tersebut antara lain jalan arah ke Moch. Toha, Buah Batu, dan terakhir
Cibaduyut. Para pengguna jalan jelas merasa dirugikan dengan adanya banjir yang
menggenang sejumlah titik tersebut. Kerugian yang terjadi pada transportasi
akibat banjir tersebut hanyalah salah satu dari sekian banyak akibat banjir,
termasuk di antaranya kehilangan harta benda.
Kekeringan di Kabupaten Bandung
Kabar sebaliknya datang dari
Soreang, wilayah ini malah terancam kekeringan saat wilayah lain mengalami
banjir dan harus berteduh. Di saat yang lain terancam dengan wabah penyakit
dari bekas banjir, kehilangan harta benda karena rusak kena banjir, dan
rusaknya sarana prasarana. Soreang malah khawatir dengan hasil panennya yang
tidak bisa tumbuh dengan baik. Adalah desa Sukapura dan Desa Resmitinggal yang
mengalami musibah tersebut. Musibah ini dikarenakan gundulnya hutan konservasi
yang terletak di desa Cibeureum yang kemungkinan dapat menutup distribusi air
ke wilayah tersebut. Menurut Firman Sumantri, wakil ketua komisi , terlambatnya
distribusi air tersebut juga dikarenakan penanaman sayuran oleh petani. Yang
kemudian malah menyebabkan lokasi tersebut menjadi rusak parah. Dia menambahkan,
perlu adanya tindakan tegas dari Perhutani selaku pemilik tanah untuk mengondisikan
para petani agar bisa lebih bijak memanfaatkan lahan.
Terlepas dari kedua hal yang
berlawanan satu sama lain ini, semoga solusi atas masalah ini segara terpecahkan. (BCC News)




0 comments: