Sampurasun
Sebagai sebuah kota, Bandung memiliki banyak potensi yang bisa di unggulkan, alam yang indah, cuaca yang sejuk, barometer musik, barometer fashion, kuliner, kreativitas masyarakatnya dan masih banyak lagi. Jadi sangat tepat jika pemerintah kota Bandung menjadikan Bandung sebagai kota jasa, sebagai kota tujuan wisata, karena banyak hal yang bisa “menjual” dari kota Bandung.
Sebagai sebuah kota, Bandung memiliki banyak potensi yang bisa di unggulkan, alam yang indah, cuaca yang sejuk, barometer musik, barometer fashion, kuliner, kreativitas masyarakatnya dan masih banyak lagi. Jadi sangat tepat jika pemerintah kota Bandung menjadikan Bandung sebagai kota jasa, sebagai kota tujuan wisata, karena banyak hal yang bisa “menjual” dari kota Bandung.
Berbicara jasa tidak bisa terlepas dari kata pelayanan, pelayanan bagus maka pelanggan akan puas dan tentu akan datang lagi, lalu mereka bercerita kepada teman atau kerabatnya, promosi dari mulut ke mulut sangat efektif dan murah. Lalu pelayanan seperti apa yang sudah diberikan kota Bandung kepada turis yang datang? Tentu ini bukan hanya kewajiban pemkot Bandung saja, tapi kewajiban kita juga sebagai warga kota Bandung, oleh karena itu dalam tulisan ini saya akan menyoroti peran kita sebagai warga kota Bandung.
Jika kita memang mencintai kota Bandung, tentu kita harus merawat dan menjaga kota Bandung, meskipun pada kenyataannya kita harus meragukan rasa cinta kita pada kota Bandung, kenapa?? Kita bisa lihat sendiri kota Bandung yang kotor, sampah berserakan, lalu lintas yang semrawut. Bukankah itu suatu bukti jika kita memang tidak mencintai kota Bandung? Kota kita sendiri.
Saya punya pengalaman terkait pekerjaan saya sebagai Tour Leader, suatu saatketika saya mengantar turis keliling kota Bandung, pernah seorang turis bertanya kepada saya :
“Kenapa banyak sampah berserakan di jalan?”, “Kenapa lalu lintas terlihat semrawut?”, “Kenapa pedagang berjualan sampai ke jalan?”
Pertanyaan yang membuat malu dan bingung. Akhirnya saya jawab sekenanya: “Kalau tidak seperti ini, bukan Bandung namanya, kalau disini rapi dan tertib, lalu apa bedanya dengan negara anda? Lantas kenapa anda harus datang kesini?”. Si turis tertawa, mungkin dia tahu saya menjawab seperti itu karena malu dengan kenyataan yang sebenarnya.
Suatu saat saya juga pernah bertanya kepada seorang turis lokal, Kenapa datang ke kota Bandung?, jawabnya karena datang ke kota Bandung merupakan kebanggaan, mereka merasa bangga bercerita kepada saudara atau teman-temannya jika sudah pernah berkunjung ke kota Bandung, mungkin seperti jika kita pernah ke Singapura atau ke luar negeri, merupakan suatu kebanggaan tersendiri buat mereka. Lalu apakah kita sebagai orang Bandung bangga??, bangga dengan sampah yang berserakan??, bangga dengan kesemrawutan??, bangga dengan ketidakdisiplinan kita??, bangga dengan ketidak pedulian kita??
Bisakah kita menyadari jika kota kita bersih, rapi, tertib dan aman, maka akan semakin banyak turis yang datang, dan itu adalah sebuah peluang usaha, dengan kreativitas kita sebagai orang Bandung kita bisa menaikkan perekonomian dari peluang itu, kita bisa makmur karena kita bersama-sama merawat dan menjaga kota kita sendiri, dan itu semua tidak melulu hanya soal ekonomi, tapi tentang rasa memiliki kita sebagai warga kota, rasa cinta kita terhadap kota Bandung, dan itu bisa dimulai dari diri kita, kita bisa berubah tanpa harus dipaksa oleh pemerintah kota, tapi oleh kesadaran kita sendiri. Itu baru namanya bangga, bangga menjadi orang Bandung.



0 comments: