Babakan Siliwangi yang mempunyai
luas 3,8 hektare (versi Pemerintah, versi WALHI: 3,1 hektare) ini pernah menjadi lokasi hijau bagi
pengusaha PT Esa Gemilang Indah atau PT EGI. Bukan karena hutan Babakan
Siliwangi yang masih hijau melainkan sebagai ladang hijau dalam mengembangkan
usaha mereka, di atas tanah seluas 7000 meter persegi akan dibangun sebuah
restoran yang berada tepat di paru-paru kota Bandung meski akhirnya izin
pembangunan restoran ini diambil lagi oleh pemerintah pada bulan Oktober tahun
2013. Hal ini merupakan langkah pertama pemerintah untuk melestarikan kawasan
hijau di kota Bandung.
Sebagai langkah kedua, pemerintah
kota mengadakan sebuah sayembara yang bertajuk Sayembara Babakan Siliwangi.
Sayembara ini dimaksudkan untuk mendekor ulang hutan yang nampaknya semakin
semrawut agar lebih hijau dan rapi. Rencananya, sayembara ini akan dilaksanakan
secara nasional dengan melibatkan para desainer dan arsitek sebagai pesertanya.
Sedangkan saat ini pemerintah masih menggarap isi materi dari sayembara
tersebut. Jika tidak ada halangan dan materinya sudah siap, pemerintah akan
merealisasikan sayembara ini bulan Maret 2014.
Selain pendekoran, sayembara ini
juga dimaksudkan untuk melestarikan lingkungan hijau pada hutan yang pernah
dinobatkan sebagai hutan kota dunia pada bulan September tahun 2011 silam.
Adalah Achim Steiner, direktur Eksekutif United Nations Enviromental Programme
atau yang lebih dikenal UNEP, Gusti M Hatta, Menteri Lingkungan Hidup, dan Wali
kota Bandung Dada Rosada, yang telah mendeklarasikan Babakan Siliwangi sebagai
hutan kota dunia serta disaksikan oleh seluruh warga Bandung. Ke depannya,
hutan kota Bandung ini akan menjadi lokasi yang paling baik untuk masyarakat
karena merupakan sumber oksigen kota yang sudah semakin tercemar. Secara tidak
langsung, sayembara ini juga akan menunjang sarana-sarana yang sudah ada di
sana sebelumnya, seperti sarana olahraga, pendidikan, laboratorium lingkungan, kebudayaan
dan lain sebagainya.
Meskipun WALHI menilai upaya
pelaksanaan Sayembara Babakan Siliwangi ini tidak efektif, program adalah
program, dan itu tetap berjalan. Hal ini disampaikan WALHI karena memungkinkan
pihak swasta ikut andil di dalamnya. WALHI juga mengungkapkan bahwa pihak
Pemerintah Kota Bandung tidak menganggap keberadaan para aktivis yang telah
berjuang mengembalikan Hutan Babakan Siliwangi ini ke fungsinya semula. Oleh
karena itu, sebagai jalan tengah dari masalah ini Wali Kota membuka penataan
dan pelaksanaan sayembara ini di tangan masyarakat Bandung. Nantinya, warga Bandung
bisa memberikan masukan dan atau kriteria tertentu pada pelaksanaan sayembara. (BCC news)



0 comments: