Monorel Bandung: Sebuah Gebrakan yang Tidak Mudah



BANDUNG CYBER CITY
Sebuah gebrakan baru Pemkot Bandung untuk mengurangi kemacetan ibu kota Jawa Barat adalah dengan membangun monorel terpisah. Artinya, Pemkot Bandung akan membuat monorel yang terpisah dengan proyek yang diusung oleh Pemprov Jawa Barat. Seperti diketahui, Pemprov Jabar juga memiliki proyek pembangunan monorel bertajuk Monorel Bandung Raya. Rencana pembangunan monorel terpisah oleh Pemkot ini malah disambut dengan keraguan. Pasalnya, hingga kini Monorel Bandung Raya belum bisa dikatakan berhasil, berjalan pelan saja.
Berkaca pada Monorel Bandung Raya
Proyek monorel Bandung Raya merupakan kerja sama antara Pemprov Jabar dengan CMC, BUMN dari China. Proyek ini awalnya ditargetkan akan bisa dimulai awal tahun 2014. Namun, akhir Januari lalu pihak China baru memberi kepastian akan bekerja sama. Hal ini ternyata membutuhkan perjuangan yang tidak mudah. Pasalnya, CMC menginginkan informasi yang lengkap dan valid serta persetujuan yang menyeluruh. Yaitu kepastian dukungan dari Pemprov Jabar atas kegiatan usaha infrastruktur CMC di Jawa Barat dan komunikasi serta persetujuan atas pembangunan monorel ini dari atas ke bawah dan sebaliknya.
CMC beranggapan bahwa proyek ini akan bermasalah jika anda satu dari beberapa pihak yang terlibat tidak mendukung dan menyatakan keberatannya. Untuk itu, pihak CMC ingin memastikan semuanya setuju. Pihak-pihak yang dimaksud CMC ini antara lain pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lima kota yang daerahnya dilintasi oleh pembangunan monorel. Intinya, semua pihak yang terlibat baik secara langsung maupun tak langsung harus ikut menyetujui dan mendukung penuh pembangunan ini.
Berkaca dari Monorel Jakarta
Tak hanya Bandung yang membuat monorel untuk mengurai kemacetan. Jauh sebelum rencana pembangunan monorel di Bandung, Jakarta justru sudah memulai pembangunan monorel tersebut. Hal ini adalah usaha yang pada awalnya dinilai bisa mengurangi kemacetan yang sudah mengakar di Ibu kota Negara ini. Namun proyek yang sudah banyak memakan biaya, waktu dan tenaga ini malah tidak selesai-selesai dan malah terkesan mangkrak tidak tersentuh.
Alih-alih ingin mengurai kemacetan malah Jakarta semakin dicekam kemacetan. Untuk berangkat kerja, seseorang harus bangun lebih pagi dari hari sebelumnya, minggu sebelumnya, bulan sebelumnya, dan tahun sebelumnya. Yang tadinya hanya bangun 5 menit lebih pagi sekarang berubah menjadi setengah jam dan bahkan 2 jam lebih pagi dari pada sebelumnya.
Luar Negeri dan Bandung
Negara-negara lain memang sudah berhasil memakai metode monorel ini untuk mengurai kemacetan. Namun bagaimana dengan Bandung? Sampai saat ini, prosesnya masih dalam tahap mencari penyandang dana, belum pengerjaan. Dan sejumlah pihak sudah menilai bahwa ini bukanlah hal yang tidak mudah. (BCC news)

0 comments:

Berita Lainnya :

 
Copyright 2013 - Nandira Semesta Bandung
Designed by Republik Design