Setiap tahunnya tes CPNS selalu
menjadi perhatian penting bagi masyarakat Indonesia, khususnya mereka yang
mengincar kursi PNS. Kursi PNS sangat banyak variasinya, namun memang
didominasi oleh kursi pendidikan. Mereka yang berlomba untuk memperebutkan
kursi ini juga sangat banyak. Dari yang baru lulus kuliah (fresh graduate) hingga yang sudah lama menjadi guru honorer (dari
yang bulanan hingga tahunan). Persaingan ini terbilang sangat ketat, yaitu dengan
cara daftar dan persaingan yang sama serta peserta yang meningkat setiap
tahunnya.
Kegelisahan Tenaga Honorer
Mereka yang sudah mengajar selama
bertahun-tahun sebagai tenaga honorer sangat manusiawi jika merasa gelisah.
Pengabdian tahunan mereka tentunya harus mendapatkan apresiasi yang luar biasa
dari pemerintah. Sekali lagi, ini sangat manusiawi karena semua orang memang
butuh penghargaan. Sekecil apa pun keberhasilannya, manusia senang dipuji dan
itu merupakan sifat dasarnya. Namun, kegelisahan ini bukan hanya tentang
penghargaan atau apresiasi atau prestasi. Kegelisahan ini juga sudah menyangkut
kelangsungan hidup, yaitu kondisi finansial.
Dengan menjadi PNS, para tenaga
honorer mempunyai kans untuk meningkatkan derajat hidupnya dan membuat
keuangannya menjadi lebih baik sehingga kehidupannya akan lebih terjamin. PNS
adalah sebuah karir yang akan membuat hidupnya lebih baik dari tahun ke tahun. Maka
saat tes demi tes menggagalkan mereka menjadi PNS, wajar saja mereka gelisah.
Karena itu berarti tahun ini kesejahteraan mereka belum bisa membaik dan harus
menunggu tahun depan dengan jumlah pelamar CPNS yang bertambah. Dalam konteks
ini, dengan pesaing yang lebih banyak.
Calo CPNS Vs CPNS Berkualitas
Sudah menjadi rahasia umum jika
kursi CPNS dijual bebas namun terselubung. Harganya berkisar antara puluhan
hingga ratusan juta rupiah. Setiap daerah tentu punya kisaran harga
masing-masing. Calo-calo CPNS ini tak lain adalah orang-orang yang dekat dengan
pemerintahan, yang paham dan mengerti sirkulasi dengan baik. Mereka
melakukannya tidak hanya sendiri melainkan bersama-sama agar belangnya tidak
terbuka. Kursi-kursi ini dijual untuk semua jenis CPNS, tidak hanya dunia
pendidikan saja.
Naasnya, khusus untuk pendidikan,
hal ini akan membuat bobrok pendidikan di Indonesia. Bagaimana tidak? Tenaga
pengajar yang diangkat PNS diambil dari calo belum tentu memiliki kualitas yang
bagus. Orang yang belum tentu berkualitas ini akan mengajar murid yang mungkin
memiliki bakat berkualitas. Sayangnya, bisa jadi bakat tersebut tidak dapat
berkembang karena gurunya tidak berkualitas.
Laporan dan Tindakan
Sejauh ini laporan yang
disampaikan oleh masyarakat dan aduan oleh peserta CPNS hanya menguap dan tidak
dapat tertangani dengan baik. Entahlah, sampai kapan masalah calo CPNS ini akan
berakhir. Dan mungkin masyarakat jugas udah mulai bingung akan melapor ke mana,
pihak mana yang harus dipercaya untuk menerima laporan agar segera diusut
tuntas. Sehingga tidak ada lagi kecurangan CPNS di tahun mendatang seperti yang
telah dilaporkan pada CPNS 2014. (BCC news)



0 comments: