Pertumbuhan ekonomi di Bandung
memiliki peran yang besar terhadap perekonomian Indonesia. Tahun lalu, rata-rata
pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah sebesar 5,82 %. Dan Bandung memberikan
kontribusi lebih dari 9%, meningkat 1 % dari tahun sebelumnya 2012. Angka ini
bisa dibilang sangat fantastis, karena dapat menunjukkan
bahwa pertumbuhan ekonomi kota yang masuk dalam 3 kota terbesar di Indonesia
ini di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia secara normal. Pertumbuhan
ini tentu tak lepas dari peran serta masyarakat Bandung yang terus berinovasi
untuk meningkatkan kesejahteraan.
Pemerintah kota Bandung pada
dasarnya telah mengungkapkan
bahwa pembangunan sektor jasa dan pariwisata lah yang sangat berperan atas
meningkatnya pertumbuhan ekonomi tersebut. Bagaimana pun, Bandung merupakan
sebuah kota yang memiliki banyak lokasi belanja dan kuliner yang mampu menarik
wisatawan. Kemacetan yang terjadi setiap weekend dan penuhnya reservasi hotel
bisa menjadi bukti dari perkembangan sektor tersebut.
Lokasi wisata tersebut saat ini
lebih banyak terkonsentrasi di wilayah Bandung tengah dan utara.Seperti kita
ketahui bersama deretan Factory Outlet, Distro-distro, kuliner pakaian di jalan
R.E. Martadinata, Dago, Cihampelas, Setiabudi, banyak sekali dikunjungi oleh
wisatawan. Begitu pula turis asing terutama dari Malaysia yang banyak kita
temui di pusat perbelanjaan Pasar Baru.
Tugas dari pemerintah kota dan
tantangan untuk masyarakat Bandung yang terkenal kreatif adalah bagaimana
membuat perkembangan ekonomi lebih merata di semua wilayah. Bandung Selatan
dengan sentra sepatu Cibaduyut-nya sebenarnya bisa lebih dikembangkan dan
kembali diminati wisatawan seperti yang terjadi di periode tahun 80-90’an. Atau
mungkin kita perlu serius melebarkan sayap ke sektor lainnya, contoh yang bisa lebihdikembangkan adalah sektor
seni dan budaya. Wilayah Bandung Timur memiliki banyak sekali paguyuban seni
dan budaya yang asli peninggalan dari leluhur kota Bandung, sayang untuk diabaikan.(BCC News)



0 comments: