Batalnya
pertandingan Persib Bandung Vs Persija Jakarta beberapa waktu lalu meninggalkan
luka yang dalam bagi supporter Persib Bandung, bagaimana tidak, pertandingan
yang seharusnya digelar di kandang Maung Bandung tidak mendapat ijin dari pihak
kepolisian. Aksi kerusuhan yang kerap mewarnai pertandingan antara dua musuh
bebuyutan ini menjadi alasan pihak kepolisian, sangat disayangkan karena ini
adalah pertandingan super big match di liga super Indonesia, yang dinantikan
bukan hanya oleh pendukung kedua kesebelasan tetapi juga oleh seluruh pecinta
sepak bola di Indonesia. Banyak komentar miring bahwa pihak kepolisian tidak
sanggup mengamankan pertandingan yang sarat gengsi ini, tapi disisi lain kita
juga harus menghargai keputusuan itu karena pihak kepolisian pasti punya
pertimbangan sendiri.
Sepak bola memang salah satu
cabang olah raga yang sangat mempengaruhi emosi para penontonnya, saat pemain
kesebelasan yang di dukung dikasari lawan, tidak sedikit penonton yang marah,
begitu pula saat wasit memberikan keputusan yang dinilai salah, caci maki
penonton harus sudah siap diterima wasit. Itulah sepak bola, sangat kental sisi
manusiawinya, saat penonton masuk ke tribun, adrenalin mulai meningkat, apalagi
jika yang dihadapi adalah tim musuh bebuyutan. Di tingkat pengurus, dalam hal
ini FIFA, saat ada wacana akan diterapkannya sistem sensor di garis gawang,
sempat terjadi perdebatan karena hal itu dinilai kurang manusiawi, justru
kesalahan-kesalahan dari sisi manusia yang terjadi dalam pertandingan sepak
bola itulah yang dinilai membuat sepak bola menjadi lebih manusiawi, lebih
mengasyikkan karena melibatkan emosi.
Dan sisi emosi ini pulalah yang
kerap menimbulkan aksi kerusuhan bahkan menjurus anarkis, apalagi biasanya
setiap tim sepak bola mewakili suatu daerah, sehingga timbul pulalah sisi
fanatismenya. Para perusuh dalam pertandingan sepak bola ini biasanya disebut
dengan Hooligan, sebutan Hooligan pertama kali dikenal berasal dari negara
Inggris, pada masa kelam persepak bolaan di negara tersebut, dimana sangat
sering terjadi kerusuhan pada saat terjadi pertandingan sepak bola. Tapi
tahukah anda darimana kata Hooligan itu berasal?
Konon katanya Hooligan berasal
dari nama seorang penjahat di negara Inggris, nama lengkapnya Patrick Hooligan,
penjahat yang dikenal sadis dan kasar. Karena itu pulalah jika ada seorang anak
yang nakal atau bandel, biasanya orang-orang Inggris pada masa itu suka
menyebutnya dengan sebutan “Hooligan” sebagai bahan olok-olok, mungkin kalau di
Sunda seperti “borokokok” atau semacamnya, tapi pada dasarnya sebutan itu hanya
untuk mengolok-olok jika ada anak atau remaja yang bandel.
Pada masa penonton sepak bola di
Inggris sering melakukan aksi perkelahian atau kerusuhan, maka disematkan
pulalah sebutan Hooligan itu kepada para pelaku kerusuhan tersebut oleh
masyarakat Inggris. Dikarenakan negara Inggris di sebut-sebut sebagai negara
tempat lahirnya olah raga sepak bola, maka seiring itu pulalah sebutan Hooligan
turut terbawa penyebaran istilahnya ke negara-negara lain, termasuk Indonesia.



0 comments: