Hadapi Perdagangan Bebas, UMKM di Bandung Belum Siap?



Kehadiran UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) di tengah-tengah maraknya usaha lain yang besar telah memberikan warna tersendiri bagi daerah di mana dia berada, tak terkecuali Bandung. Tak hanya memberikan warna, hadirnya UMKM ini juga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi pengangguran di Bandung pada umumnya, serta secara khusus akan meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM tersebut. Hal ini tentu tidak akan menjadi buah bibir saja, jika UMKM di Bandung benar-benar maju.
Menurut data yang diambil tahun lalu, pelaku UMKM di Jawa Barat mencapai 8,7 juta jiwa. Sebuah angka yang patut diacungi jempol, karena jumlah penduduk Jawa Barat adalah sekitar 45 juta jiwa pada tahun 2012. Sayangnya, data ini menurut beberapa pakar bukanlah data yang riil dan dapat dipertanggung jawabkan. Sebabnya, hanya beberapa pelaku UMKM yang terbiasa mengikuti pameran dagang dan orangnya hanya itu-itu saja. Hal ini menunjukkan bahwa sebaran data yang diambil tersebut kurang valid dan tidak bergrafik normal. Solusinya, pengambilan data ini dapat lebih dikerucutkan lagi terbagi dalam sektor-sektor tertentu. Misalnya, sektor industri rumahan, sektor pertokoan kecil, atau sektor lainnya. Dengan begini, akan mempermudah pengambilan data serta dapat tersebar secara normal datanya.
Ketika datanya sudah didapat dengan baik, maka diperlukan sentuhan-sentuhan tangan sang ahli untuk membina dengan baik para pelaku UMKM tersebut. Bantuan ini bisa berupa promosi dan akses dalam mencari modal usaha. Sangat miris, di saat banyak sekali perbankan yang berlomba untuk mencari nasabah dan menyentuh pasar UMKM dengan mendirikan unit-unit  mikro, para pelaku UMKM tersebut malah mengeluhkan kesusahan dalam mencari modal usaha. Tentunya, hal-hal kecil seperti inilah yang memerlukan tangan-tangan sang ahli tersebut. Support berupa promosi sebenarnya bisa menjadi solusi dan jembatan antara kedua belah pihak tersebut. Pasalnya, dengan adanya promosi, maka para pelaku usaha UMKM akan semakin terlihat dan perbankan juga dapat dengan mudah menyentuh mereka dan membantu dalam hal modal usaha.


Selain untuk tujuan tersebut di atas, pembenahan database dan pendampingan kepada pelaku usaha mikro ini akan meningkatkan wawasan pelaku usaha mikro atas perekonomian dan pengembangan usahanya masing-masing. Tujuannya, agar pelaku usaha mikro ini semakin siap menyambut perdagangan bebas ASEAN Economic Community tahun depan. (BCC news)

Bandung Cyber

0 comments:

Berita Lainnya :

 
Copyright 2013 - Nandira Semesta Bandung
Designed by Republik Design