Namanya adalah panic
button. Sebuah tombol yang berbentuk seperti bel yang biasanya ada di
rumah, namun yang ini bisa dibawa kemana-mana. Kecil, simpel, tombolnya
berwarna merah dan background berwarna putih. Tombol inilah yang akan menjadi
sistem keamanan baru bagi warga kota Bandung. Akan segera diresmikan dalam
empat Minggu lagi oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.
Dasar
Penerapan
Alasan dibalik pengadaan sistem baru ini adalah untuk
menekan seminim mungkin tindak kejahatan yang ada di masyarakat. Berdasarkan
statistik yang dilansir oleh Kepala Polrestabes Bandung yaitu Komisaris Besar
Polisi Mashudi, setiap bulan terdapat 148 kasus kejahatan yang terjadi di
wilayah jalan raya Kota Bandung. Nah, dasar inilah yang dipakai oleh wali kota
baru untuk menerapkan segera tombol panik dengan melakukan uji coba terlebih
dahulu. Uji coba akan dimulai hari tanggal 19 Februari 2014 dan berlangsung
selama dua Minggu.
Cara
Kerja
Cara kerja perangkat ini sangat mudah. Berdasarkan
penjelasan yang diberikan, seorang warga yang melihat tanda-tanda kejahatan dan
kriminalitas bisa langsung menekan tombol panic
button. Sebuah sinyal bahaya akan dikirimkan dari tombol itu menuju server
yang ada di Kapolres Kota Besar Bandung. Dengan segera, petugas jaga akan
memberikan kabar kepada polisi yang ada di dekat lokasi untuk segera menuju
tempat kejadian perkara.
Rencana
Penerapan
Jika dalam dua Minggu masa uji coba ternyata
berhasil menekan angka kriminalitas, maka setiap warga Bandung diharuskan untuk
memiliki panic button. Artinya, jika
satu bulan terdapat 148 kasus, maka dalam dua Minggu terdapat 74 kasus. Jika
dalam dua Minggu ini kasus tersebut berhasil diselesaikan dengan cepat, maka
indikator kesuksesan sudah berhasil dan siap diterapkan menyeluruh.
Problem
Masalahnya, setiap warga ini harus membeli
perangkat ini sendiri. Panic button
tidak disediakan gratis dari kepolisian. Pemerintah hanya menyediakan server
yang akan tersedia di setiap polres yang ada di Bandung. Untuk itu, sangat
penting bagi pihak kepolisian dan juga pemerintah kota untuk terus
bersosialisasi keharusan memiliki perangkat ini. Selain itu, masalah kedua yang
timbul adalah keharusan adanya petugas jaga 24 jam yang harus mengawasi server.
Jika ternyata petugas jaga tidak bisa standby 24 jam, maka alat ini akan
sia-sia.
Harapan
Penerapan sistem alarm bahaya dengan panic button sudah banyak diterapkan di
beberapa negara maju. Terbukti alat ini mampu mencegah terjadinya tindak kejahatan
lebih jauh lagi. Sebab utamanya adalah pihak kepolisian bisa hadir di TKP lebih
cepat dari sebelumnya. Dengan begitu, korban yang timbul bisa diminimalisir. (BCC news)



0 comments: