Masalah akut yang sudah diderita oleh sebagian kota besar di Indonesia harus mendapatkan perhatian lebih oleh pemimpin, tak terkecuali kota Bandung. Permasalahan kompleks yang sudah mengakar di suatu kota haruslah diselesaikan tak hanya dengan memperindah luarnya saja, tetapi juga menata bagian dalamnya. Penyelesaian ini harus dilakukan secara menyeluruh dalam setiap sektor. Sehingga untuk membenahi kota berjuluk Paris Van Java ini diperlukan ketelatenan, kesabaran, kecerdasan, cekatan, dan langsung menuju ke akar permasalahannya.
Dalam kaitannya dengan penyelesaian masalah kota Bandung ini, Bernadus Djonoputro selaku ketua Umum ikatan Ahli Perencanaan Indonesia atau IAP memberikan pendapatnya. Ada 5 hal yang bisa dilakukan oleh pemimpin kota Bandung, Ridwan Kamil, untuk membuat kota ini semakin indah tak hanya dari luar namun juga memiliki indah dari sisi struktural dan kultural.
Pertama, menjadikan RTRW atau Rencana Tata Ruang Wilayah yang telah dipaparkan secara lebih detail di dalam RDTR atau Rencana Detail Tata Ruang. Baik RDTR maupun RTRW yang sudah dibuat harus dilakukan dengan tegas. Selain itu, seorang walikota juga seharusnya mampu membuat RDTR untuk seluruh kecamatan karena perannya sangat vital. RDTR memiliki fungsi untuk mengatur zona-zona pembangunan pada lahan-lahan yang ada di kota Bandung agar tidak bisa dikonvensi sesuka hati. Saking pentingnya RDTR, akan lebih baik jika RDTR ini menggambarkan kota Bandung sebagai kota dunia. Untuk menuju kota tersebut, Bandung harus dilengkapi dengan berbagai aspek seperti bisnis, sosiologi dan budaya, dan lain-lain. Dalam hal ini, RDTR harus membawa Bandung menjadi kota yang lebih baik ditunjukkan dengan taraf hidup masyarakatnya yang meningkat.
Kedua, komunikasi yang aktif dengan pelaku bisnis sehingga dapat tercipta bisnis dan investasi yang sehat dan dapat menjaga kearifan lokal serta tetap mengedepankan identitas kota.
Ketiga, menciptakan manajemen lalu lintas dan sistem transportasi yang lebih baik sehingga kemacetan dapat diatasi. Hal ini bisa dilakukan dengan menetapkan kejelasan jalur, dan lain-lain.
Keempat, bekerja sama dengan pemangku kota dan kabupaten yang masuk dalam kawasan Bandung Raya. Dengan begini, baik pemimpin kota maupun pemangku kota, dapat bersama-sama mewujudkan Bandung Raya yang lebih harmonis.
Kelima, meningkatkan perekonomian salah satunya dengan membangun klaster ekonomi yang disesuaikan dengan potensi daerah masing-masing.
Kelima hal tersebut disinyalir sebagai bekal dasar untuk membenahi kota Bandung. (BCC News)



0 comments: