Ketika Citarum Rusak, Ini yang Didapatkan Anak Cucu

BANDUNG CYBER CITY
Media akhir-akhir ini digegerkan dengan berita tentang kerusakan sungai Citarum yang semakin parah, hingga dinobatkan sebagai sungai terkotor di dunia. Pemerintah Kabupaten Bandung mengklaim telah melakukan upaya maksimal dalam rangka penyelamatan sungai Citarum. Namun hingga kini sungai Citarum nyatanya belum terselamatkan. Tercemarnya Sungai ini tak lepas dari pembuangan limbah pabrik yang sangat banyak dan langsung ke sungai Citarum. Sebanyak 1.500 perusahaan berdiri di sepanjang Citarum (hulu ke hilir) dan sebanyak 2.800 ton limbah cair dibuang ke Citarum. Apalagi hal ini terjadi hampir 35 tahun, yaitu sejak tahun 1979. Porsi air Citarum dan cairan limbah saat ini mungkin sebanding.

Sungai Citarum membentang dari Jawa Barat hingga Jakarta, sungai ini merupakan sungai terpanjang di Jawa Barat, dengan panjang hampir 300 km. Saat ini, sebanyak 40 juta penduduk hidup menggunakan air dari sungai Citarum. Angka ini akan terus bertambah mengingat akan hadirnya generasi penerus dari 40 juta penduduk tersebut. Jika sebelumnya gubernur Jawa Barat, Aher, pada tahun 2013 lalu mengungkapkan bahwa sungai ini akan dapat dikonsumsi atau diminum pada tahun 2018 mendatang, dengan melihat kondisi sekarang sepertinya hal tersebut hanyalah mimpi. Buktinya, sungai Citarum semakin menuju ke arah kerusakan dan tidak ada perbaikannya sama sekali.

Membenahi Citarum berarti membenahi sumber air bersih dan mencegah banjir yang memang selalu datang di sekitar Citarum saat musim penghujan. Seperti diketahui, air merupakan kebutuhan hidup manusia yang paling vital. Jika ada kerusakan pada air, maka rusak jugalah keseimbangan alam di sekitarnya. Saat ini saja kejadian ini sudah sangat mengganggu penduduk, apa lagi nanti? Anak cucu pewaris lahan dan air tersebut. Apa mungkin warisan yang diberikan untuk anak cucu adalah cairan limbah, bukan sungai yang airnya bersih.

Diperlukan kebijakan yang tegas dari pemerintah dan kesadaran penuh baik dari pemilik industri (swasta) yang membuang limbahnya ke Citarum maupun dari penduduk di sekitar Citarum yang masih senang membuang sampah rumah tangga ke sungai tersebut. Apalagi jika ada kalimat, rusak ya biarkan rusak saja, sudah biasa. Mari melakukan pembenahan bersama. (BCC News)

0 comments:

Berita Lainnya :

 
Copyright 2013 - Nandira Semesta Bandung
Designed by Republik Design