Sampurasun
Di antara negara-negara di asia, Jepang adalah salah satu negara yang bisa disejajarkan dengan negara-negara di eropa, dan saya meyakini Jepang bisa seperti itu karena orang Jepang mempunyai jati diri yang kuat, menjaga budaya, menghormati warisan leluhur dan bangga dengan negaranya. Mungkin tidak pernah terpikirkan oleh anda, tapi coba kita perhatikan, anak muda di Jepang masih mau memakai baju tradisional, saat kita mengidolakan tokoh superhero dari negara Amerika, orang Jepang membuat tokoh superhero sendiri, Ultraman, Satria Baja Hitam dan lain-lain, begitupun dengan tokoh kartun, mereka membuat sendiri karakter kartun seperti Dora Emon, Sinchan, Ninja Hatori dan masih banyak lagi. Di bidang musik, saat anak muda di negara kita menikmati band-band rock dari negara eropa, anak muda Jepang membuat jati diri sendiri dengan apa yang kita kenal sekarang dengan Japanese Rock, bahkan katanya peralatan elektronik yang dijual di negara Jepang adalah kualitas yang nomor satu, sedangkan yang untuk dipasarkan keluar Jepang adalah kualitas nomor dua, bahkan untuk ke eropa sekalipun.
Lalu bagaimana dengan kita? sebuah contoh kecil, saya pernah mendapat oleh-oleh dari seorang teman saat pulang dari negara Jerman, sebuah jaket dengan desain dan bahan yang bagus, saat saya lihat merknya ternyata buatan Indonesia. Kesimpulannya sebenarnya kita mampu membuat pakaian yang bagus dengan kualitas nomor satu, hanya saja kita membuat itu hanya untuk dipasarkan ke luar negeri, sementara yang untuk dipasarkan di Indonesia adalah kualitas nomor dua atau entah yang nomor berapa. Jadi apa yang membuat kita bangga? Apakah program “Aku Cinta Buatan Indonesia” bisa berhasil? Dalam hal ini peran pemerintah tentu lebih di utamakan, jika ingin masyarakat Indonesia menghargai hasil karya bangsa sendiri, maka berilah mereka yang terbaik, otomatis masyarakat Indonesia akan bangga memakainya.
Itu Indonesia secara umum, lalu bagaimana dengan kita orang Sunda? Apakah kita gengsi menjadi orang Sunda? gengsi memakai bahasa Sunda? gengsi dengan budaya Sunda? Gebrakan Walikota Bandung Ridwan Kamil dengan “rebo nyunda”nya saya kira patut di acungi jempol, itu suatu awal yang bagus. Penataan tata kota yang sedikit demi sedikit mulai diperbaiki setidaknya akan membuat orang Bandung bangga dengan kotanya, dan saya harap langkah tersebut di ikuti oleh daerah-daerah lain di Jawa Barat. Itu dari sisi pemerintah kota, lalu bagaimana dengan kita orang Bandung sendiri?
Tidak perlu kita berpikiran “kolot” bahwa luar negeri adalah yang terbaik, bangga dengan produk luar negeri, coba kita lihat di saung angklung Udjo, banyak orang asing yang belajar angklung, belajar budaya Sunda, jika mereka tidak malu lalu kenapa kita harus malu? Harus disadari setiap daerah atau negara punya ciri khas sendiri, punya keunikan sendiri, itu yang membuat kita punya jati diri. Jika kita malu dan lebih memilih budaya luar itu sama saja berarti kita tidak punya jati diri. Bisa kita bayangkan jika orang tidak punya jati diri? Tidak tahu siapa dirinya? Jadi perlu kita akui bahwa kita lahir di tanah sunda, kita orang sunda, punya budaya sunda, itu yang harus kita jaga. Orang akan lebih menghargai kita jika kita apa adanya, jadi diri sendiri, ketimbang kita mengekor orang lain. Kita bisa maju seperti negara Jepang karena kitapun menjaga jati diri, punya harga diri, jadi mari kita buktikan bahwa kita orang Sunda, punya jati diri, jati diri Sunda.
Di antara negara-negara di asia, Jepang adalah salah satu negara yang bisa disejajarkan dengan negara-negara di eropa, dan saya meyakini Jepang bisa seperti itu karena orang Jepang mempunyai jati diri yang kuat, menjaga budaya, menghormati warisan leluhur dan bangga dengan negaranya. Mungkin tidak pernah terpikirkan oleh anda, tapi coba kita perhatikan, anak muda di Jepang masih mau memakai baju tradisional, saat kita mengidolakan tokoh superhero dari negara Amerika, orang Jepang membuat tokoh superhero sendiri, Ultraman, Satria Baja Hitam dan lain-lain, begitupun dengan tokoh kartun, mereka membuat sendiri karakter kartun seperti Dora Emon, Sinchan, Ninja Hatori dan masih banyak lagi. Di bidang musik, saat anak muda di negara kita menikmati band-band rock dari negara eropa, anak muda Jepang membuat jati diri sendiri dengan apa yang kita kenal sekarang dengan Japanese Rock, bahkan katanya peralatan elektronik yang dijual di negara Jepang adalah kualitas yang nomor satu, sedangkan yang untuk dipasarkan keluar Jepang adalah kualitas nomor dua, bahkan untuk ke eropa sekalipun.
Lalu bagaimana dengan kita? sebuah contoh kecil, saya pernah mendapat oleh-oleh dari seorang teman saat pulang dari negara Jerman, sebuah jaket dengan desain dan bahan yang bagus, saat saya lihat merknya ternyata buatan Indonesia. Kesimpulannya sebenarnya kita mampu membuat pakaian yang bagus dengan kualitas nomor satu, hanya saja kita membuat itu hanya untuk dipasarkan ke luar negeri, sementara yang untuk dipasarkan di Indonesia adalah kualitas nomor dua atau entah yang nomor berapa. Jadi apa yang membuat kita bangga? Apakah program “Aku Cinta Buatan Indonesia” bisa berhasil? Dalam hal ini peran pemerintah tentu lebih di utamakan, jika ingin masyarakat Indonesia menghargai hasil karya bangsa sendiri, maka berilah mereka yang terbaik, otomatis masyarakat Indonesia akan bangga memakainya.
Itu Indonesia secara umum, lalu bagaimana dengan kita orang Sunda? Apakah kita gengsi menjadi orang Sunda? gengsi memakai bahasa Sunda? gengsi dengan budaya Sunda? Gebrakan Walikota Bandung Ridwan Kamil dengan “rebo nyunda”nya saya kira patut di acungi jempol, itu suatu awal yang bagus. Penataan tata kota yang sedikit demi sedikit mulai diperbaiki setidaknya akan membuat orang Bandung bangga dengan kotanya, dan saya harap langkah tersebut di ikuti oleh daerah-daerah lain di Jawa Barat. Itu dari sisi pemerintah kota, lalu bagaimana dengan kita orang Bandung sendiri?
Tidak perlu kita berpikiran “kolot” bahwa luar negeri adalah yang terbaik, bangga dengan produk luar negeri, coba kita lihat di saung angklung Udjo, banyak orang asing yang belajar angklung, belajar budaya Sunda, jika mereka tidak malu lalu kenapa kita harus malu? Harus disadari setiap daerah atau negara punya ciri khas sendiri, punya keunikan sendiri, itu yang membuat kita punya jati diri. Jika kita malu dan lebih memilih budaya luar itu sama saja berarti kita tidak punya jati diri. Bisa kita bayangkan jika orang tidak punya jati diri? Tidak tahu siapa dirinya? Jadi perlu kita akui bahwa kita lahir di tanah sunda, kita orang sunda, punya budaya sunda, itu yang harus kita jaga. Orang akan lebih menghargai kita jika kita apa adanya, jadi diri sendiri, ketimbang kita mengekor orang lain. Kita bisa maju seperti negara Jepang karena kitapun menjaga jati diri, punya harga diri, jadi mari kita buktikan bahwa kita orang Sunda, punya jati diri, jati diri Sunda.



0 comments: