Intensitas Hujan Bertambah, Harga Cabe Puluhan Ribu Per Kilo

BANDUNG CYBER CITY
Harga cabe di Kabupaten Bandung mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Harga per kilo cabe rawit mencapai 70.000 rupiah dari harga sebelumnya 60.000 rupiah. Ini berarti setiap 1 ons atau 100 gramnya dihargai 7.000 rupiah hingga 7.500 rupiah tergantung penjual cabe di pasar ingin mendapatkan untung berapa. Padahal, masyarakat menengah ke bawah ada yang membelinya tanpa ukuran timbangan, yakni 2.000 hingga 3.000 rupiah, sesuai dengan kemampuan mereka. Bahkan ada yang membeli seharga seribu rupiah saja. Tentu saja dengan harga yang tinggi, cabe yang didapatkan juga akan sedikit. Hal ini juga menyulitkan penjual cabe di pasar (yang langsung menjual ke end user), mereka kesulitan untuk menjual cabe dengan pembelian sistem ini.
Kenaikan harga cabe ini disinyalir dikarenakan curah hujan tinggi di kawasan Bandung akhir-akhir ini. Dipungkiri atau tidak, hujan mendatangkan dampak negatif terhadap hasil tani, khususnya cabe. Cabe yang terkena hujan akan sangat mudah busuk, baik sebelum dipanen maupun saat sudah dipanen dan masih basah. Untuk cabe yang belum dipanen dan terkena hujan terus menerus, maka akan menyebabkan cabe busuk di atas pohon dan mengurangi jumlah hasil panen. Selanjutnya, cabe yang membusuk saat penyimpanan setelah terkena hujan, akan membuat penjual menderita kerugian karena cabe yang tadinya terlihat sehat harus susut karena banyak yang busuk dan harus dibuang.
Oleh karena itu, sudah bisa diprediksi bahwa kekurangan dan kenaikan harga cabe ini akan merugikan sejumlah pihak. Seperti petani cabe, pengepul cabe, penjual cabe di pasar, dan terakhir adalah ibu-ibu rumah tangga yang membutuhkan cabe ini setiap harinya.  Bagaimana tidak? Permintaan yang tinggi dengan jumlah cabe yang sedikit akan memaksa mereka beradaptasi dengan keadaan. Jika biasanya dengan mengeluarkan uang 5.000 rupiah bisa dipakai untuk memasak selama 2 minggu, kali ini mungkin hanya cukup untuk 1 minggu saja. Itu pun dengan ketentuan si pemakai irit dalam menggunakannya. Ke depannya, bisa jadi kebutuhan akan cabe ini digantikan dengan makanan instan berupa saus sambal yang lebih praktis dan murah, yang sudah pasti jauh dari basi karena memiliki tanggal kadaluwarsa yang lumayan lama meskipun rasanya tidak sesedap cabe asli. Tentu saja ini akan menambah kerugian petani, pengepul dan penjual cabe. (BCC News)

0 comments:

Berita Lainnya :

 
Copyright 2013 - Nandira Semesta Bandung
Designed by Republik Design