Sebuah kabar mengejutkan datang
dari salah satu lokasi wisata di Jawa Barat, gunung Ciremai. Gunung yang
merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat dengan tinggi sekitar 3078 meter di
atas permukaan laut ini disinyalir telah dibeli dengan harga 60 triliun rupiah
oleh perusahaan minyak asal Amerika, Chevron. Berbagai media online telah memberitakan hal ini.
Meskipun belum jelas apakah ini hanya isu atau memang fakta di lapangan. Mari
coba kita tengok asal-usul dan sejarah dari gunung yang sekarang juga menjadi
lokasi wisata andalan Jawa Barat ini.
Berbicara tentang Gunung Ciremai, tidak dapat dipisahkan dengan
kisah tentang sunan Gunung Jati, Konon, pada abad ke-15, sunan Gunung Jati bertapa di
puncak gunung Ciremai selama 9
tahun. Gunung ini pun memiliki sebuah jalur maut yang sering menelan korban. Banyak pendaki yang
hilang dan meninggal saat hendak menuju ke puncak Ciremai. Selain cerita mistis
tentang Nyi Linggi dan Macan
Tutul yang melekat pada gunung Ciremai, keindahan lokasi ini tidak bisa juga
dilengkapi dengan hijau dedaunan dan berbagai jenis burung yang indah. Secara
historis, asal usul warga Jawa barat juga diduga berasal dari gunung ini. Hal
ini dibuktikan dengan ditemukannya batu besar yang berumur ribuan tahun di
gunung tersebut. Jadi, selain terkenal dengan keangkerannya, masyarakat sekitar
juga menyayangi gunung ini karena kental dengan nilai sejarah.
Hingga artikel ini diturunkan,
Dulhadi, Kepala Taman Nasional Ciremai membantah kabar ini dengan tegas. Dia mengungkapkan
bahwa hingga saat ini belum ada yang memanfaatkan gunung ini untuk urusan
geothermal. Sebelumnya, kabar ini mulai menyebar dikarenakan ada broadcast message di BBM bahwa gunung ini dijual dengan
harga 60 Triliun, kemudian dilanjutkan dengan #saveciremai di berbagai media
sosial. Isi dari kabar tersebut tak hanya tentang penjualan saja, kabar ini
juga menyebutkan tentang kontrak kerja sama dengan pemerintah pusat dan
provinsi Jawa Barat. Selain itu, broadcast
tersebut juga berisi ajakan untuk menyelamatkan Ciremai karena dampak negatif
geothermal dapat dirasakan masyarakat
jika dibiarkan begitu. (BCC News - jabarnews)



0 comments: