Sampurasun
Saat pemerintah kota berusaha menegakkan aturan denda kepada pembeli PKL, tidak perlu kita berdebat bahwa itu sama saja dengan melegalkan PKL, dan pembelinya yang akan di tindak. Itu debat yang tidak perlu, sudah jelas yang akan ditindak itu pedagangnya, denda kepada pembeli hanya sebagai antisipasi dan agar menimbulkan efek jera, tapi sasaran utamanya tetap PKL, karena sampai saat ini masih banyak pedagang yang “kucing-kucingan” dengan petugas. Relokasi juga sudah sejak lama disediakan, salah satunya di basement masjid agung, tapi ada saja yang berkilah bahwa tempat yang baru sepi, tidak ada pembeli yang datang. Bagaimana kalau pola pikirnya dibalik, jika ada satu tempat disediakan khusus untuk berdagang, maka pembeli akan datang karena mereka memang membutuhkannya. Pernahkah kita bayangkan, jalan-jalan di trotoar yang bersih dan lenggang sambil melihat-lihat barang yang di pajang di toko?, atau jika kita ingin barang yang murah, kita bisa pergi ke tempat relokasi PKL yang sudah di sediakan pemerintah kota, pernahkah kita bayangkan keindahannya?
Tahukah anda, jika lampu merah diperempatan menyala, lalu kendaraan berebut ingin berhenti paling depan sampai melewati rambu zebra cross, itu sama saja dengan memperlihatkan ketidakdisiplinan kita di muka umum. Di sepanjang Jl. Soekarno-Hatta tepatnya dari Cibiru sampai perempatan Kiaracondong, masih banyak pengendara sepeda motor masuk ke jalur cepat, itu juga sama, mempertontonkan kebodohan kita, apakah kita tidak merasa malu? dan masih banyak lagi contoh-contoh ketidakdisiplinan kita, terlalu banyak bahkan.
Lalu sampai kapan kita akan seperti ini? Menyia-nyiakan keindahan kota Bandung. Hanya dengan kedisiplinan dan kepedulian kita yang bisa menjadikan Bandung seperti kota-kota di luar negeri.Tuhan telah memberi kita sebuah anugerah, alam yang indah dengan cuaca yang sejuk, yang belum tentu dimiliki daerah lain, Jadi saat kita ditakdirkan dilahirkan disini, di kota Bandung, lalu apakah kita akan menyia-nyiakan anugerah itu? konon katanya dahulu orang Belanda menjadikan Bandung sebagai tempat peristirahatan karena keindahan dan cuacanya sehingga munculah julukan “Paris Van Java”, lantas kenapa kita sebagai orang Bandung seolah-olah lupa akan itu, lupa akan anugerah yang telah diberikan Tuhan kepada kita orang Bandung.
Saya yakin kita bisa mewujudkan kota Bandung menjadi kota yang bersih, indah dan tertib, saya yakin karena orang Bandung mempunyai kreativitas yang tinggi. Sadar atau tidak, dalam beberapa hal kita selalu satu langkah didepan, seperti yang sudah saya tulis di bagian satu, kita menjadi barometer fashion, barometer musik, kuliner, dan jangan lupa juga bahwa artis-artis di Indonesia sebagian besar berasal dari kota Bandung, bahkan menurut survey, suporter sepak bola terbesar dan fanatik di seluruh dunia adalah suporter Persib Bandung, perlu digaris bawahi... di seluruh dunia, dan itu mengalahkan suporter Manchester United. Jadi untuk menjadikan Bandung seperti kota-kota di luar negeri bukan suatu hal yang tidak mungkin, hanya perlu keinginan dan kesadaran kita, hanya menunggu waktu... dan kita bisa. Kita harus bangga menjadi orang Bandung, dan kita tunjukan pada semua orang, kita yakinkan pada semua orang... bahwa kota Bandung tercipta saat dewa sedang tersenyum.



0 comments: